Kaya?, Why Not?

October 10, 2009

Anggapan selama ini yang mengatakan bahwa kekayaan semata-mata didapatkan karena faktor keturunan belum tentu benar. Begitu banyak contoh sosok pengusaha sukses yang ternyata berangkat dari keluarga yang sederhana bahkan kurang mampu. Hal ini disebabkan adanya keinginan untuk terus berusaha, bangkit dari kegagalan, dan melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil. Itulah yang akan membuka jalan menuju kekayaan itu sendiri.

Ada sebagian orang menganggap kaya itu takdir. Sehingga orang-orang kebanyakan tidak pernah memikirkan bahwa kekayaan itu didapat dengan perjuangan. Ada juga orang yang takut dengan kaya apabila berhubungan dengan religius, dengan menganggap menjadi kaya rentan dengan melakukan dosa. Kekayaan di khawatirkan menjadi tujuan hidup yang mendorong orang untuk mengejar uang belaka, dengan menghalalkan berbagai cara. Padahal sebenarnya kitalah yang salah persepsi terhadap hal-hal yang berbau uang. Dengan kayalah kita baru dapat mamberkati mereka yang kekurangan dan saling menopang satu dengan yang lainnya. Jerman merupakan salah satunya Negara yang menyisihkan 10% dari anggaran pendapatan dan belanjanya yang bukan termasuk pajak untuk membiayai pendidikan serta menopang para pengangguran yang ada di bawah dinas sosial di negeri itu.

Bagaimana mungkin menolong orang lain kalau orang itu sendiri tidak memiliki apapun untuk diberikan? Jadi, tidak salahnya kalau kita bermimpi untuk menjadi kaya agar kita dapat ikut membantu yang membutuhkan. Pertanyaan selanjutnya adalah kekayaan yang seperti apa dan bagaimana caranya. Apakah seperti kasus korupsi yang beberapa tahun terakhir ini melanda Negara Indonesia ini? Jalan pintas ini sangat banyak diminati.

Kekayaan bagai pedang bermata dua. Pedang bias dipakai untuk tujuan yang mulia, tapi dapat juga menjadi bencana bagi pemakainya bila tidak digunakan untuk tujuan yang benar. Yang paling penting adalah tujuan kita setelah memiliki kekayaan tersebut. Apakah kita akan menggunakannya untuk kepantingan pribadi semata, atau kita akan menggunakannya untuk tujuan mulia? Apabila kekayaan tersebut kita mengimbanginya dengan tujuan mulia, maka kekayaan tersebut akan menjadi sumber berkat bagi kita. Jangan takut untuk menjadi kaya! Bermimpilah untuk menjadi kaya! Kesuksesan selalu berawal dari  impian yang besar. Jangan pernah mengatakan bahwa kekayaan itu adalah takdir. Tidak ada yang mustahil di dunia ini apabila kita mau berusaha dan tidak lupa untuk memberkati kekayaan kita nantinya dengan tujuan-tujuan yang baik,benar dan mulia.

SEMUA BERAWAL DARI GAGASAN KREATIF

October 10, 2009

Kreativitas sangat erat hubungannya dengan sesuatu yang disenangi secara pribadi atau hobi. Melalui sebuah survei, diketahui bahwa ternyata 80% pengusaha sukses adalah mereka yang memulai usaha dari hobi. Hobi ini kemudian dikembangkan sedemikian rupa hingga pada akhirnya dapat menjadi bisnis komersial.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah perhatikan dan kembangkanlah hobi Anda. J.K. Rowling merupakan salah satu contoh orang sukses yang memulainya dari sebuah hobi. Dia senang menulis khayalan-khayalannya di atas kertas tisu. Dia tidak pernah mengira bahwa coretan-coretan itu suatu saat akan menjadi salah satu karya yang paling digemari di seluruh dunia. Naskah Harry Potter tercipta dan novel ini akhirnya menjadi inspirasi lahirnya sebuah film box office yang sangat popular. Kini J.K Rowling telah menjadi salah satu penulis terkaya di dunia.ya, sebuah bisnis yang di mulai dari coretan pada kertas tisu. Masih banyak contoh pengusaha sukses yang memulai awal bisnis mereka dari hobi mereka. Yang penting, jadilah kreatif dengan hobi Anda.

Hal kedua yang tidak kalah penting adalah sasaran pasar yang tepat. Kenali poasar atau konsumen potensial di sekaitr Anda dan buatlah sesuatu yang menarik minat mereka. Untuk menarik minat pasar, Anda dapat memulainya dengan memperkenalkan produk Anda kepada orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman atau rekan kerja Anda sendiri serta tetangga di sekitar Anda. Anda juga dapat mengiklankannya di media massa, membuat brosur atau leaflet, atau mencetak kartu nama yang mencamtumkan alamat dan nomor telepon yang mudah dihubungi.

Hal ketiga yang sangat penting artinya kalau Anda berminat untuk mendirikan sebuah usaha adalah competitor. Jangan pernah meremehkan pesaing! Jadikanlah kompetitor sebagai kawan bukan lawan. Itu akan lebih menguntungkan daripada Anda memandang mereka sebagai pihak-pihak yang harus Anda curigai, hindari atau bahkan Anda musuhi. Apabila tiba saatnya untuk menawarkan jasa kepada konsumen, berikanlah pelayanan yang lebih. Pelayanan yang lebih tidak harus mahal. Pelayanan yang cepat dan responsif terhadap keinginan konsumen sudah cukup untuk membuat pasar melirik kepada Anda. Jadi, ingatlah bahwa hobi Anda merupakan aset potensial Anda. Jadilah kreatif dengan hobi Anda, maka ia akan sanggup mendatangkan keuntungan dan kesuksesan. Kenali potensi Anda. Kebutuhan pasar di sekitar Anda, kenali pesaing Anda, dan milikilah integritas yang baik

diposkan oleh : Syafrizal Helmi

KEPEMIMPINAN

September 25, 2009

A. PENDAHULUAN

Kepemimpinan adalah proses memberi inspirasi kepada semua karyawan agar bekerja sebaik-baiknya untuk mencaoai hasil yang diharapkan. Pemimpin memiliki dua peran penting:

  • Menyelesaikan tugas, adalah tujuan utama dibentuknya kelompok dibawah pemimpin.
  • Menjaga hubungan yang efektif, yaitu hubungan pemimpin dengan anggota kelompoknya maupun hubungan antara anggota kelompok. Suatu hubungan disebut efektif apabila hubungan tersebut berkontribusi pada penyelesaian tugas.

B. GAYA KEPEMIMPINAN

Gaya kepemimpinan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kharismatik/non-kharismatik. Para pemimpin kharismatik bergantung pada kepribadian, kualitas pemberi semangat serta “aura”nya. Adapun para pemimpin non kharismatik sangat bergantung pada pengetahuan mereka, kepercayaan diri, dan ketenangan diri.
  • Otokratis/demokratis. Pemimpin otokratis cenderung membuat keputusan sendiri, menggunakan posisinya untuk memaksa karyawan agar melaksanakan perintahnya. Sedangkan pemimpin demokratis mendorong karyawan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan.
  • Pendorong/pengawas. Pemimpin yang memiliki sifat mendorong, memberi semangat kepada karyawan menggunakan visinya dan memberdayakannya untuk mencapai kelompok. Adapun pemimpin bergaya pengawas memanipulasi karyawan agar patuh.
  • Transaksional/transformasional. Pemimpin transaksional adalah memanfaatkan uang, pekerjaan, dan keamanan pekerjaan untuk memperoleh kepatuhan dari karyawan. pemimpin transformasional memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja keras untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinngi.

C. SITUASI

Situasi akan mempengaruhi pendekatan yang diambil oleh pemimpin. Tidak ada gaya kepemimpinan yang ideal, semuanya sangat bergantung pada situasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan yang tepat adalah jenis organisasi, sifat dasar tugas, dan karakteristik kelompok dan yang paling penting adalh kepribadian pemimpin.

D. KUALITAS

Kualitas yang dibutuhkan pemimpin sangat beragam sesuai dengan situasinya. Jhon Adairmembuat daftar kulitas pemimpin sebagai berikut:

  1. 1. Antusias, segera menyelesaikan segala sesuatu dan mengkomunikasikannya dengan orang lain/karyawan.
  2. Percaya diri, mempercayai kemampuan diri sendiri dan rasa percaya diri tersebut merambah ke seluruh anak buahnya.
  3. 3. Teguh hati, ulet, berdaya tahan, menuntut standar tinggi, menunjang kehormatan, tetapi bukan popularitas semata.
  4. 4. Jujur/tulus hati, yakni jujur terhadap diri sendiri, kemurnian diri, sifat dapat dipercaya dan kejujuran yang melahirkan kepercayaan.
  5. 5. Hangat, kehangatan dalam hubungan antarpribadi, peduli orang lain dan penuh perhatian.
  6. 6. Rendah hati, yakni bersedia mendengar dan menanggung kesalahan; tidak sombong dan tidak suka menguasai.

E. ORGANISASI DAN PEMIMPIN

Tuntutan organisasi terhadap para pemimpin adalah:

  1. Pemimpin yang memberi kepercayaan yang cukup bagi karyawannya, sehingga bisa bekerja tanpa harus diawasi.
  2. Struktur organisasi yang datar, karyawan dapat dipercaya bisa bekerja dengan supervisi minimal.
  3. Jajaran karyawan yang mampu memimpin, bisa mengambil alih kepemimpinan bila perlu dan tanggung jawab secara konsisten.
  4. Sebuah budaya di mana karyawan sangat responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan tangkas menghadapi perubahan teknologi.

KOMITEN DAN SEMANGAT KERJA

September 25, 2009


KOMITMEN

Komitmen adalah kecintaan dan kesetiaan, terdiri dari:

  • Penyatuan dengan tujuan dan nilai- nilai perusahaan.
  • Keinginan untuk tetap berada dalam organisasi.
  • Kesediaan untuk berkerja  keras atas nama organisasi.

1. Meningkatkan Komitmen

Langkah- langkah untuk meningkatkan komitmen:

  • Libatkan karyawan dalam mendiskusikan tujuan dan nilai- nilai organisasi.
  • Berbicaralah kepada para anggota tim secara informal dan formal mengenai apa yang sedang terjadi di dalam departemen, dan recanakanlah masa depan yang akan mempengaruhi mereka.
  • Libatkanlah anggota tim dalam menetapkan harapan bersama sehingga mereka merasa “memiliki” dan melaksanakan tujuan tersebut.
  • Ambillah langkah untuk meningkatkan kualitas kerja dalam departemen, cara melakukan pekerjaan, cara mendesain pekerjaan, gaya manajemen serta lingkup partisipasi.
  • Bantulah karyawan mengembangkan keterampilan dan kompotensinya unuk meningkatkan “ kemampuan kerja” mereka baik di dalam maupun di luar perusahaan
  • Kerangka berpikir mereka tidak selalu sama dengan kerangka berpikir Anda.

Membangun kepercayaan merupakan satu- satunya cara untuk menciptakan komitmen. Kepercayaan dari karyawan tidak akan diperoleh apabila mereka hanya diperlakukan sebagai salah satu faktor produksi, bukan sebagai asset utama perusahaan.

2. Menghargai Karyawan

Menghargai Karyawan adalah upaya untuk menciptakan dan memelihara “iklim organisasi” yang positif. Hal ini menyangkut perasaan:

  • Tanggung jawab, dipercaya untuk menangani pekerjaan penting;
  • Umpan balik, memberikan pengakuan terhadap penyelesaian yang baik dalam pekerjaan;
  • Penghargaan, menyakinkan bahwa karyawan dihargai secara adil sesuai kontribusi, baik menggunakan imbalan finansial maupun non finansial;
  • Identitas, diakui sebagai seorang anggota yang dihargai dalam kelompok kesatuan karyawan;
  • Dukungan, bantuan dari para manajer dan rekan kerja;
  • Mendengarkan, para manajer dan rekan kerja meminta pendapat, mendengarkan perkataannya, memperhatikan dan bertindak sesuai dengan usulannya, memberi penjelasan mengapa usulannya tidak bisa dijalankan.

MENINGKATKAN SEMANGAT KERJA

Semangat kerja kadang kala diartikan sebagai “ semangat kelompok” yaitu persaan yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok mengenai situasi yang dihadapinya. Apabila semangat kerja tinggi, maka komitmen, antusiasme, dan kerja sama tim akan menjadi tinggi. Apabila semangat kerja rendah karyawan menjadi tidak kooperatif, cenderung berargumen secara negatif dan mudah berkonflik, baik diantara mereka sendiri maupun dengan manajemen.

1. Menilai Semangat Kerja

Organisasi dapat menilai semangat kerja dengan menggunakan survei sikap:

v     Seberapa baikkah  organisasi dikelola;

v     Kualitas organisasi sebagai pihak pemberi kerja;

v     Keadilan, yaaitu perlakuan oleh organisasi maupun atasan;

v     Jumlah tanggung jawab yang diberikan pada karyawan;

v     Dukungan yang diberikan oleh para atasan dan rekan kerja;

v     Seberapa jauh prestasi diakui;

2. Meningkatkan Semangat Juang

Cara terbaik untuk meningkatkan semangat juang adalah dengan mengidentifikasi penyebab masalahnya. Bicaralah dengan karyawan untuk mengetahui berbagai masalah  dan dengarkan usulan tindakan korektif yang mereka ajukan.

posting : Syafrizal Helmi

KONTRAK PSIKOLOGIS

September 25, 2009


Kontrak psikologis di satu sisi terdiri dari pemahaman tindak tanduk yang diharapkan oleh para pemberi pekerjaan dari para karyawannya: sedangkan  di sisi lainnya adalah pemahaman tentang tindak tanduk yang diharapkan oleh para karyawan dan pemberi kerja. Namun, harapan ini sifatnya tidak tertulis. Semua didasarkan atas asumsi yang dibuat oleh satu pihak dan bukan pihak lain. Kontrak psikologis tidak diungkapkan secara langsung, sehingga tidak ada pernyataan dan kesepakatan terbuka. Kontrak psikologis penting karena akan menciptakan sikap dan emosi yang pada gilirannya akan membentuk perilaku. Permasalahan dalam hubungan ketenagakerjaan akan muncul apabila terjadi kesalahpahaman.

B. HARAPAN

Karyawan akan mengharapkan para pemberi kerja sebagai berikut:

  • Diperlakukan sebagai insan manusia yang baik;
  • Memungkinkan penggunaan kemampuannya;
  • Penghargaan setara dengan kontribusinya;
  • Menunjukkan kompetensinya;
  • Kesempatan untuk bertumbuh;
  • Keamanan untuk berkerja;
  • Mengetahui apa yang diharapkan karyawan;
  • Umpan balik yang positif mengenai bagaimana karyawan berkerja;

Pemberi kerja akan mengharapkan berikut ini dari karyawan:

  • Mengabdi sepenuh hati kepada perusahaan berserta nilai-nilai;
  • Berkerja keras;
  • Setia- ibarat “memberikan diri sepenuhnya kepada perusahaan”;
  • Patuh;
  • Kompeten;
  • Meningkatkan citra organisasi di mata para pelanggan, rekanan dan para pemasok.

C. KONTRAK PSIKOLOGIS

Manajer lini dapat memberi kontribusi penting untuk menjernihkan kontrak psikologis dengan melakukan langkah berikut:

v     Saat wawancara perekrutan, katakanlah dengan terus terang mengenai tanggung jawab kerja, dan jangan memberi gambaran yang indah- indah semata namun jaga jangan memberikan tuntutan terlalu berat pada karyawan, inilah yang disebut sebagai ” gambaran pekerjaan yang realitis”.

v     Program induksi, yaitu mengatakan kepada para karyawan pemula tentang nilai- nilai organisasi dan tindakan yang diharapkan dari karyawan untuk menegakkan nilai- nilai tersebut;

v     Manajemen kinerja, yaitu mendapatkan kesepakatan mengenai tujuan dan standar kinerja yang diharapkan dari seorang karyawan- tujuannya adalah agar karyawan merasa “ memiliki” tujuan dan standar tersebut, yaitu berupaya mencapai tujuan dan standar tersebut sepenuh hati;

v     Kontak kedua belah pihak, yakni mengoptimalkan penggunaan kontak semi- formal dan informal dengan para anggota kelompok untuk mmendiskusikan dan menjelaskan harapan kedua belah pihak;

v     Pendekatan transparasi, memastikan bahwa karyawan mengetahui segala peristiwa yang akan terjadi yang mempengaruhi mereka, mengapa dan bagaimana pengaruhnya;

v     Mengelola sistem penggajian yang adil dan konsiten dalam semua aspek imbalan finansial;

v     Umpan balik pada karyawan tentang bagaimana bekerja;

v     Menciptakan rencana pengembangan pribadi dan membantu meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi dan kemampuan kerja.

posting : Syafrizal Helmi

MANAJER LINI DAN KARYAWAN

September 25, 2009

Manajemen seringkali didefenisikan sebagai “menyelesaikan segala sesuatu melalui orang lain”. Merupakan ungkapan klise, namun sampai saat ini tetap benar. Menurut defenisi, para manajer tidak dapat melakukan segala hal sendirian tanpa bantuan orang lain. Beberapa manajer telah mencobanya, tetapi gagal. Mereka amat tergantung pada orang lain/karyawannya.

Seorang penulis ternama dalam bidang manajemen, Henry Mintzberg, menyarankan bahwa manajer harus memiliki:

  • Peran antarpribadi – berperan sebagai pemimpin, memberikan panduan dan motivasi serta menjaga jaringan hubungan dengan banyak individu dan kelompok.
  • Peran informasional – secara berkesinambungan mencari dan menerima informasi sebagai dasar tindakan, meneruskan informasi factual, dan menyebarkan pedoman kepada bawahannya dalam membuat keputusan.
  • Peran alokasi sumberdaya – membuat berbagai pilihan mengenai penjadwalan, mengalokasikan berbagai tugas kepada karyawan dan memberikan wewenang untuk bertindak.
  • Peran”penanganan terhadap gangguan” – menangani situasi yang tidak terduga serta perubahan yang brada di luar kendali.

B. MANAJER DENGAN KARYAWAN

Dalam berhubungan dengan karyawan, manajer:

  • Mengatur dan mengalokasikan pekerjaan.
  • Mendapatkan karyawan yang tepat.
  • Memastikan karyawan mengerti apa yang dilakukan, mampu mengerjakannya dan memberikan hasil seperti yang diharapkan.
  • Mengembangkan keterampilan dan kemampuan.
  • Memberikan penghargaan pada karyawan finansial maupun non-finansia.
  • Melibatkan karyawan dan berkomunikasi.
  • Manangani berbagai isu dan masalah karyawan.

C. FUNGSI PERSONALIA

1. Peran Dasar: memberikan panduan dan dukungan dalam segala hal yang berhubungan dengan karyawan perusahaan. Tujuannya untuk membantu manajemen agar dapat berhubungan secara efektif dengan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan, pengembangan, pemberian imbalan dan kesejahteraan karyawandan hubungan yang ada diantara manajemen dengan karyawan.

2. Lingkungan Kerja: menciptakan sebuah lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki dan menggali potensi terbaiknya agar bisa memberikan keuntungan bagi organisasi dan bagi diri mereka sendiri

3.Menegakkan keadilan:berperan langsung menegakkan nilai-nilai inti perusahaan. Nilaiadalah sesuatu yang dianggap penting, diungkapkan dalam bentuk keyakinan mengenai apa yang terbaik bagi organisasi dan perilaku yang dikehendaki.Nilai-nilai akan menentukan cara bisnis berhubungan dengan para stake holder(pihak-pihak yang berkepentingan).

4.Bidang Tanggung Jawab:Bidang kepersonalianumumnya menaruh perhatian terhadap setiap asper manajemen karyawan kecuali perencanaan, penagarahan dan pengawasanterhadan aktivitas mereka. Aspek manajemen karyawan meliputi:

  • Pembuatan dan pengembangan struktur organisasi.
  • Perencanaan SDM- meramalkan kebutuhan SDM di masa mendatang.
  • Perekrutan dan penyelesaian.
  • Proses manajemen kinerja.
  • Pemberian imbalan kepada karyawan.
  • Hubungan karyawan.
  • Kesehatan dan keselamatan.
  • Mengurusi masalah karyawan.
  • Praktik ketenagakerjaan yang sesuai hukum.

5. Peran Kepegawaian

Insan personalia memainkan peranaan sebagai berikut:

  • Mitra bisnis – bersama- sama manajemen lini berbagi tanggung jawab menciptakan keberhasilan perusahaan.
  • Ahli strategi – memformulasikan strategi kepersonaliaan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
  • Pembuat kebijakan – membuat kebijakan perusahaan yang bisa menjadi panduan bagi para manajemen dalam mengelolah karyawan.
  • Konsultan internal – memberi saran kepada para manajer lini mengenai praktik kepersonaliaan dan implementasinya.
  • Penyedia jasa – menyediakan jasa yamg efisien dan efektif biaya dalam berbagai bidang dan menghadapi berbagai isu hubungan karyawan kasus per kasus.
  • Pemnberi bantuan dan saran – membantu manajer lini melakukan tanggung jawab kepersonaliaan dan menyediakan keterampilan yang dibutuhkan apabila dipandang perlu.
  • Pemantau – memastikan bahwa kebijakan dan prosedur kepersonaliaan perusahaan dilaksanakan secara konsisten dan tidak kaku.

D. PENDELEGASIAN

Mendelegasikan tanggung jawab kepersonaliaan kepada manajer lini sebagian timbul karena adanya pengurangan jumlah karyawan dan pengurangan tingkat fungsi departemen personalia, penyebaran ,dan pendelegasian keputusan bisnis kepada unit-unit bisnis strategis dan pengurangan jumlah staf kantor pusat hingga tinggal satu atau dua orang.

E. PENGARUH MSDM

Manajemen SDM menekankan hal-hal berikut:

  • Penggunaan pendekatan strategik yaitu pendekatan dimana strategi SDM diintegrasikan dengan strategi bisnis dan dilaksanakan oleh mereka yang bertanggung jawab untuk memenuhi sasaran bisnis, seperti para manajer lini.
  • Memperlakukan karyawan sebagai asset yang diinvestasikan kedalam bidang-bidang lain dalam organisasi dan dipergunakan secara efektif oleh para manajer lini.
  • Memperoleh nilai tambah dari karyawan melalui manajemen kinerja dan proses-proses pengembangan SDM.
  • Mencapai komitmen karyawan terhadap tujuan dan nilai organisasi.

F. PENDELEGASIAN

Hal- hal yang didelegasikan:

  • Organisasi.
  • Perekrutan dan penyeleksian.
  • Manajemen kinerja.
  • Pengembangan karyawan.
  • Penggajian.
  • Hubungan karyawan.
  • Kesehatan dan keselamatan.
  • Ketenagakerjaan.

G. MASALAH PENDELEGASIAN

Masalah-masalah pendelegasian yang mungkin timbul selama pendelegasian yaitu:

  • Terdapat keprihatinan yang mendalam bahwa para manajer lini tidak cukup kompeten untuk melakukan peran baru.
  • Beberapa spesialis personalia juga menghadapi kesulitan dalam menggunakan peran-peran mereka.
  • Ketidakpastian sebagian manajer lini mengenai peran fungsi personalia, ketiadaan komitmen oleh para manajer lini untuk melakukan peran-peran baru, dan usaha mencapai keseimbangan yang baik antara memberikan kebabasan penuh kepada manajer lini dan kebutuhan mempertahankan pengawasan dan pengarahan secara penuh.

Kesimpulan yang dihasilkan oleh para peneliti adalah sebagai berikut:

  • Apabila para manajer lini tidak hendak mengambil tanggung jawab penuh dalam kegiatan-kegiatan manajemen personalia, maka hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan dan memahami dengan benar dan jelas peran dan tanggung jawab kepersonaliaannya dan sebagai manajer lini.
  • Diperlukan dukungan dari departemen personalia dalam memberikan kerangka kerja prosedural, saran, dan pedoman, petunjuk kepada semua hal ketenagakerjaan, dan juga memberikan pelatihan bagi para manajer lini sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang tepat untuk melakukan tugas-tugas baru tersebut.

BAGAIMANA PEMIMPIN BERFIKIR?

September 25, 2009


Percayai Perasaan Anda yang Dalam

Pemimpin yang efektif tidak hanya mengandalkan teknik analisis dan data-data semata. Mereka juga banyak mengandalkan pada instuisi dan firasat. Dengan cara ini pengambil keputusan akan membuat keputusan tanpa menggunakan proses langkah demi langkah.

Langkah-langkah jika Anda ingin menjadi pemimpin yang intuitif yaitu:

Leburkan Diri Anda. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya di bidang yang ingin Anda tekuni untuk menjadi pemimpin yang intuitif.

Tetaplah Waspada. Perhatikan sensasi-sensasi kecil di dalam tubuh Anda ketika Anda mengambil keputusan. Istilah “ Perasaan yang mendalam” (gut feeling) berarti Anda memperhatikan dengan cermat tanda- tanda fisiologis dari emosi di dalam tubuh Anda.

Pertajaman Pendengaran.Dengarkanlah baik- baik suara- suara kecil di dalam otak Anda.

Fokus. Konsentrasi pada tugas Anda agar lebih waspada pada intuisi Anda. Tantangannya adalah dengan menyingkirkan gangguan- gangguan sebelum Anda mengambil keputusan.

Catat Kesuksesan Anda. Catatlah akurasi dari keputusan intuitif Anda. Ketika Anda memercayai firasat Anda, catat sifat dari firasat itu dan catat pula apakah firasat itu benar atau tidak.

Mulai Melihat Gambar Umum

Seorang pemimpin diharapkan dapat melihat implikasi luas dari hampir setiap tindakan- tindakan yang dilakukan oleh mereka atau anggota tim mereka.

Pemikiran Strategis

Memperkerjakan Penyelia yang kompeten untuk memperkuat organisasi adalah ciri dari pemikiran strategis.

Pemikiran Sistem

Pemikiran Sistem berusaha memaham bagaimana perubahan pada satu bagian sistem (atau organisasi) akan menimbulkan perubahan di bagian lain dari sistem itu. Pemikiran sistem juga berusaha meramalkan bagaimana perubahan hari ini akan mempengaruhi perusahaan di masa depan.

Pemikiran Besar

`Dalam rangka menjadi pemikir besar, jangan mengabaikan detail penting yang memampukan perusahaan Anda beroperasi dengan lancar. Ingat bahwa pemimpin yang baik juga seorang manajer yang baik. Pemikir besar yang efektif mengkombinasikan pemikiran sistem dengan kegiatan sehari- hari yang berhubungan dengan menjalankan perusahaan.

Mengapa dan Kapan Anda mengajukan Pertanyaan Sulit.

Salah satu bagian penting dari tugas pemimpin adalah mengajukan pertanyaan sulit. Pertanyaan sulit (tough question) adalah pertanyaan yang membuat seseorang atau kelompok berpikir tentang mengapa mereka melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dengan cara ini anggota kelompok dipaksa untuk berpikr tentang efektivitas aktivitas mereka.

Mengapa Saya harus Mengajukan Pertanyaan  Sulit?

Tujuan dari pertanyaan sulit bukanlah untuk mengintimidasi, membujuk, atau meremahkan orang lain, tetapi untuk membantu orang- orang itu berpikir tentang apakah Status quo mereka sudah cukup bagus. Pertanyaan sulit sering kali mencetuskan pemikiran kreatif karena ia menanyakan apakah sebuah praktik yang sudah lazim dapat diubah secara radikal atau tidak. Kebaikan dari pertanyaan sulit adalah ia mendorong orang untuk bertanya kepada diri mereka sendiri.

Mengajukan pertanyaan sulit adalah kegiatan keren. Ini akan memperkuat status Anda sebagai pemimpin Karena banyak orang mengharapkan agar pemimpin mengajukan pertanyaan provokatif. Pemimpin kadang- kadang dihormati orang bukan karena bisa memberi jawaban yang benar, tetapi Karena bisa mngajukan pertanyaan yang benar. Meskipun demikian, kadang- kadang Anda tidak hanya sekedar mengajukan pertanyaan sulit. Anda mungkin harus mencari alternatif  yang tidak dipikirkan oleh anggota tim Anda. Namun, jangan langsung menyodorkan alternatif Anda kepada mereka.

Kapan Saya Harus Mengajukan Pertanyaan Sulit

Agar bisa mengajukan pertanyaan sulit kita harus mengembangkan kebiasaan mental yang benar. Pertanyaan sulit dapat ditanyakan pada saat rapat, rapat individu, dan saat berpergian dengan rekan kerja.

Kreatiflah Dalam Berpikir

Kreativitas juga bisa dianggap sebagai pemikiran lateral- proses mental untuk mencari solusi alternatif bagi persoalan- persoalan. Dibawah ini ada 6 langkah penting untuk mempertajam kreativitas dalam memecahkan masalah:

  1. Simpan selalu ide orisinil. Anda dengan mencatatnya di buku atau komputer.
  2. Tetap berada di bidang perkerjaan Anda dan teruslah mencari ide- ide baru.
  3. Ikutlah dalam perkumpulan hobi kreatif, seperti menjawab teka- teki atau mengapresiasi sastra atau karya seni.
  4. Beranilah mengambil resiko saat Anda berusaha mencari solusi kreatif.
  5. Berusahalah untuk selalu ingin tahu situasi sekeliling Anda
  6. Identifikasi waktu ketika Anda dalam kondisi paling kreatif.

Kembangkan Wawasan Anda

Memberikan wawsan mendalam kepada orang lain dapat memperkuat efektivitas kepimpimnan Anda karena wawasan itu terkadang membantu orang mengatasi perilaku yang menghambat kemajuan mereka sendiri. Wawasan yang benar bisa menbantu orang keluar dari perilaku yang merugikan dirinya sendiri.

Bagaimana Saya Bisa Mengembangkan Kemampuan untuk Memahami Orang Lain

Cara mempertajam kemampuan untuk memahami orang lain juga dapat dilakukan dengan mengikuti beberapa saran untuk mengembangkan intuisi yang telah diberikan pada bab sebelumnya. Anda butuh banyak belajar, latihan, dan mendapat tanggapan. Tujuan umum dari saran ini adalah agar Anda dapat memahami orang karakter lain.

Source :  leadership, Andrew J Dubrin, Prenada Indonesia

Posting : Syafrizal Helmi

APA ITU PEMIMPIN ?

September 25, 2009

Arti Kepemimpinan yang Sesungguhnya

v     Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui konunikasi untuk mencapai tujuan. Yang dimaksud konikasi disini adalah mengirim dan menerima pesan.

v     Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah

v     Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespons dan menimbulkan perubahan positif.

v     Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan.

v     Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan di antara bawahan agar tujuan organisasional dapat tercapai.

Seorang pemimpin harus dapat memberi inspirasi, membujuk, memengaruhi, dan memotivasi, dapat memicu perubahan yang berguna. Menciptakan perubahan adalah salah satu tujuan kepemimpinan karena kebanyakan perbaikan akan memerlukan perubahan dari ststus quo.

.

Jadi, Buat Apa Jadi pemimpin ?

Jika menjadi pemimpin tidak menghasilkan keuntungan yang besar, maka tidak akan banyak orang yang ingin menjadi pemimpin. Keuntungan utama menjadi pimpinan adalah Anda akan mendapat kekuasaan dan prestise. Prestise itu berasal dari fakta bahwa banyak orang mengagumi pemimpin.

Perbedaan Antara pemimpin dan Manajer

Meskipun kepemimpinan adalah bagian dari tugas manajer, seorang manajer harus lebih banyak menghabiskan waktu pada perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian. Kepemimpinan berusaha untuk menciptakan perubahan, sedangkan manajeman berfokus pada pemeliharaan keseimbangan. Pemimpin yang efektif memberi inspirasi orang lain untuk bekerja keras dan menaikkan laba; manajer yang efektif memastikan orang-orang dibayar sesuai dengan kerjanya. Berikut ini beberapa perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen:

v     Manajemen lebih formal dan ilmiah dibandingkan kepemimpinan.

v     Manajemen menggunakan seperangkat alat dan teknik yang jelas, yang didasarkan pada penalaran dan pengujian, dan dapat diaplikasikan pada berbagai macam situasi, sedangkan kepemimpinan alatnya kurang eksplisit.

v     Kepemimpinen memerlukan teamwork dan kerja sama dari jaringan banyak orang.

v     Seorang pemimpin sering kali menunjukkan semangat, hasrat, dan memberi inspirasi bagi orang lain agar mencapai kinerja yang lebih baik, sedangkan maanajemen tidak banyak melibatkan emosi, menggunakan perilaku yang lebih konservatif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

v     Seorang pemimpin kerap menggunakan imajinasi dan teknik pemecahan kreatifnya untuk menciptakan perubahan, sedangkan manajer cenderung menggunakan cara standard an mapan untuk menyelesaikan masalah.

v     Kontribusi utama dari seorang pemimpin adalah menciptakan visi bagi organisasi. Pemimpin mengspesifikasikan tujuan yang luas sekaligus strategi untuk mencapai tujuan itu.

v     Selain menciptakan visi dan memberi inspirasi, seorang pemimpin juga melakukan aktivitas produktif lainnya seperti menangani konsumen.

Seorang pemimpin ikut serta dalam kemitraan

Cara lain untuk memahami kepemimpinan adalah memandangnya sebagai hubungan (relationship) dan kemitraan (partnership) antara pemimpin dan bawahan. Agar kemitraan dapat terjalin dengan baik, syarat-syarat berikut ini harus dipenuhi:

v     Pemimpin mengemukakan visi hanya setelah menerima input dari patnernya.

v     Anggota kelompok berhak untuk tidak setuju dengan pemimpin dan peran mereka dalam menjalankan kerja kelompok harus diakui.

v     Baik itu pemimpin maupun anggota kelompoknya bertanggung jawab atas hasil yang dicapai. Jika anggota kelompok ingin diperlakukan sebagai mitra, maka mereka juga harus mau bertanggung jawab atas kegagalan atau keberhasilan yang dicapai.

v     Pemimpin dan bawahan harus saling jujur. Berbohong merupakan pelanggaran kesepakatan antara pemimpin dan anggota kelompok.

v     Pemimpin dan anggota kelompok mengakui bahwa perselisihan adalah sesuatu yang terhindari.

Peranan Manajer/Pemimpin dalam Memberi Inspirasi, Membujuk, Memengaruhi, dan Memotivasi?

Seorang pemimpin adalah orang yang memberi inspirasi, membujuk, memengaruhi, dan memotivasi orang lain.

Inspirasi

Kemampuan untuk memberi inspirasi orang lain adalah unsur tertinggi dari kepemimpinan. Seorang pemimpin harus punya daya tarik personal atau menjadi suri teladanagar bisa memberi inspirasi bagi orang lain.

Persuasi

Persusi atau bujukan adalah aspek penting lainnya dari peran seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengubah fikiran bawahannya atau bertindak tegas.

Pengaruh

Seorang pemimpin harus dapat memengaruhi anggota tim untuk melakukan sesuatu yang positif yang bisa membantu organisasi.

Motivasi

Memotivasi orang lain berarti mengajak orang lain untuk bekerja lebih keras. Motivasi adalah tantangan utama di dalam tugas manajer.

Pemimpin Menghadapi Perubahan Besar

Seorang pemimpin yang efektif menciptakan perubahan dan tranformasi. Alasan megapa pemimpin dibayar lebih banyak dibanding karyawan lainnya adalah karena pemimpin menjadi ujung tombak dalam menggerakkan perubahan. Menciptakan perubahan sering kali diawali dengan memberitahukan arah yang benar yang harus ditempuh oleh perusahaan.

Posting : Syafrizal Helmi

Kebijakan Piutang

December 17, 2008

Pengertian Piutang

Dalam pengertian luas istilah piutang dapat dipakai bagi semua pihak atas uang, barang dan jasa. Namun demikian untuk tujuan akuntansi istilah ini pada umumnya diterapkan dalam pengertian yang lebih sempit yaitu untuk menjelaskan hak-hak yang diharapkan dapat dipenuhi dengan pengertian kas. Piutang adalah salah satu aktiva perusahaan yang dikelompokkan dalam aktiva lancar.

Pada umumnya sebuah perusahaan terlibat dalam penjualan barang dan jasa. Cara pembayaran barang dan jasa tersebut yaitu dengan penjualan tunai dan juga sebagian besar secara kredit. Jika penjualan dilakukan dalam bentuk kredit maka akan meningkatkan piutang dagang bagi perusahaan tersebut. Bagaimana cara perusahaan mengelola piutang pada dasarnya bergantung pada tingkat penjualan kredit perusahaan.

Penjualan secara kredit dilakukan untuk mempertahankan pelanggan-pelanggan yang sudah ada dan juga untuk menarik pelanggan baru bagi perusahaan. Persyaratan-persyaratan kredit mungkin berbeda dari satu jenis usaha ke jenis usaha lainnya. Tetapi untuk perusahaan-perusahaan dalam jenis usaha yang sama biasanya memberikan persyaratan yang tidak jauh berbeda. Namun tentu saja dalam hal ini masih terdapat pengecualian karena seringkali supplier memberikan persyaratan yang begitu gampang kepada pelanggan tertentu baik dalam rangka membantu pelanggan tersebut maupun menariknya agar mau menjadi langganan tetap perusahaan.

Penjualan kredit yang pada akhirnya akan menimbulkan hak penagihan atau piutang kepada langganan, sangat erat hubungannya dengan persyaratan kredit yang diberikan. Selain itu pengumpulan piutang juga sering tidak tepat pada waktu. Dengan demikian dibutuhkan kebijaksanaan pengumpulan piutang yang diatur dengan cara seefisien mungkin.

Menurut tujuan akuntansi, istilah piutang pada umumnya diterapkan dalam pengertian yang sempit yaitu berupa klaim yang diharapkan akan diselesaikan melalui penerimaan kas. Semua piutang yang diharapkan akan tertagih menjadi kas dalam jangka waktu yang tidak lebih dalam 1 tahun.

Pengertian piutang menurut Indriyo dan Basri (2002;81) adalah meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap perorangan, organisasi, badan atau debitur lainnya. Piutang juga timbul dari beberapa jenis transaksi, yang paling umum adalah penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit.

Piutang merupakan suatu pos yang terdapat dalam kegiatan aktiva lancar yang dapat dengan cepat diuangkan menjadi kas. Dalam hal ini pemberian piutang ini akan banyak hal yang perlu diperhatikan yang sangat mempengaruhi utang dagang.

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa piutang merupakan tuntutan yang diharapkan dapat diterima dalam bentuk tunai berupa uang atau dapat disamakan dengan uang.

B.2. Prosedur Penagihan Piutang

Pada tahap berikutnya setelah terjadi piutang maka akan dilakukan penagihan terhadap para debitur.

Penagihan sebaiknya dilakukan oleh petugas yang khusus ditunjuk untuk itu, yang disebut dengan kolektor. Adapun proses penagihan piutang menurut Indriyo dan Basri (2002;83) adalah:

·        Bagian piutang menyusun daftar tagihan piutang yang jatuh tempo. Daftar tersebut akan diserahkan kepada penagih beserta kuitansi penjualan asli.

·        Penagih langsung mendatangi pelanggan ke alamat masing-masing dan menagih piutang yang tercantum pada daftar tagihan. Setiap pelunasan yang dilakukan pelanggan akan diberikan kuitansi penjualan yang asli yang dicap lunas.

·        Uang hasil penagihan yang diperoleh akan diserahkan kepada kasir serta daftar tagihannya.

·        Kasir menghitung uang tagihan dan apabila sudah cocok dengan daftar tagihan maka daftar tagihan tersebut akan diberikan cap dimana tagihan tersebut telah diterima oleh kasir. Setelah dicap daftar tagihan tersebut akan diserahkan kembali kepada penagih atau kolekor.

·        Selanjunya bagian penagihan akan menyerahkan daftar tagihan ke bagian piutang dan akuntansi, penagihan piutang yang diterima pada buku tambahan dan bagian akuntansi mencatat ke buku kasir dan buku besar.

Menurut Kasmir (2003;95) ada beberapa cara yang dilakukan untuk melakukan penagihan piutang yaitu:

Melalui Surat

Bilamana pembayaran hutang dari pelanggan sudah lewat beberapa hari tetapi belum dilakukan pembayaran maka perusahaan dapat mengirim surat untuk mengingatkan atau menegur pelanggan yang belum membayar hutangnya yang jatuh tempo. Apabila hutang tersebut belum juga dibayar setelah beberapa hari surat dikirimkan maka dapat dikirimkan lagi surat dengan teguran yang lebih keras.

Melalui Telepon

Apabila setelah pengiriman surat teguran ternyata tagihan tersebut belum juga dibayar maka bagian kredit dapat menelepon pelanggan dan secara pribadi memintanya untuk segera melakukan pembayaran. Kalau dari hasil pembicaraan tersebut ternyata pelanggan mempunyai alasan yang dapat diterima maka mungkin perusahaan dapat memberikan perpanjangan sampai jangka waktu tertentu.

Kunjungan Personal

Melakukan kunjungan secara personal atau pribadi ke tempat pelanggan sering kali digunakan karena dirasakan sangat penting dalam usaha-usaha pengumpulan piutang.

Tindakan Yuridis

Bilamana ternyata pelanggan tidak mau membayar kewajibannya maka perusahaan dapat menggunakan tindakan-tindakan hukum dengan mengajukan gugatan perdata melalui pengadilan.

B.3. Prosedur Penyisihan Piutang

Dalam mengantisipasi jumlah piutang yang tidak dapat ditagih, perusahaan melakukan estimasi atau taksiran piutang yang tidak dapat ditagih setiap akhir periode.

Menurut Kasmir (2003;71) ada beberapa metode penyisihan piutang antara lain:

Pendekatan Laporan Laba Rugi

Menurut metode ini penyisihan piutang ragu-ragu dihitung dengan cara mengalikan taksiran persentase yang tidak terbayar dengan jumlah penjualan periode tertentu. Dalam menaksir jumlah persentase ini biasanya didasarkan atas pengalaman masa lalu. Dari pengalaman ini dapat diketahui rata-rata persentase yang tidak terbayar dari jumlah penjualan periode tersebut. Hasil dari perkalian ini merupakan beban dari satu perusahaan untuk periode tersebut dan ini dapat dilakukan dengan mendebet perkiraan biaya piutang dan mengkredit penyisihan piutang.

Pendekatan Neraca

Menurut metode ini penyisihan piutang ragu-ragu dihitung dengan menggunakan saldo piutang usaha. Dengan metode ini jumlah dari piutang tak tertagih adalah dengan mengalikan saldo piutang usaha dengan persentase piutang tak tertagih.

B.4. Prosedur Penghapusan Piutang

Apabila piutang yang telah dicadangkan sebelumnya benar-benar sudah tidak dapat ditagih dan kemungkinan disebabkan oleh karena debitur melarikan diri atau meninggal dunia dan atau sebab lain maka dilakukan penghapusan piutang.

Penghapusan piutang usaha yang tidak dapat tertagih harus ada persetujuan dari kantor pusat atau Direktur Utama. Setelah adanya persetujuan dari Direktur Utama maka bagian administrasi akan mengirimkan nota penghapusan ke bagian akuntansi untuk penghapusan piutang.


Sistem Pengawasan Intern Piutang

Pengawasan piutang sangat penting dilakukan karena tanpa pengawasan perusahaan akan menanggung resiko-resiko yang mungkin terjadi dalam mengadakan investasi dalam bentuk piutang. Resiko-resiko yang timbul antara lain:

1. Kemungkinan terjadinya kelambatan dalam penerimaan piutang.

2. Kemungkinan piutang tidak dapat dibayar sekaligus.

3. Kemungkinan piutang tidak dapat dibayar seluruhnya.

4. Resiko yang mungkin timbul karena tertanamnya modal dalam piutang dalam jangka waktu lama.

Untuk menghindari atau paling tidak memperkecil resiko yang akan timbul maka diperlukan pengawasan terhadap piutang. Pengawasan piutang dapat dilakukan dengan:

Pengawasan Terhadap Pemberian Kredit

Dalam menilai resiko pemberian kredit dapat dilakukan seperti cara-cara yang umumnya dilakukan oleh bank ataupun perusahaan lain yaitu 5C dari calon pelanggan antara lain:

a. Character

Meneliti dan memperhatikan sifat-sifat pribadi, cara-cara hidup dan status sosial dari pemohon kredit. Hal ini penting karena berkaitan dengan kemauan para pelanggan untuk membayar.

b. Capacity

Meneliti kemampuan pemohon kredit dalam memperoleh penjualan ataupun pendapatan yang dapat diukur dari penjualan yang dicapai pada masa lalu dan juga keahlian yang dimiliki dalam bidang usahanya.

c. Capital

Mengukur posisi keuangan perusahaan secara umum dengan memperhatikan modal yang dimiliki perusahaan, juga perbandingan hutang dan modal.

d. Collateral

Mengukur besarnya aktiva perusahaan yang dijadikan sebagai agunan atau jaminan atas kredit yang diberikan.

e. Condition

Memperhatikan pengaruh langsung dari keadaan ekonomi pada umumnya terhadap perusahaan yang bersangkutan terhadap kemampuan untuk memenuhi kewajibannya.

Dengan adanya pengawasan diharapkan resiko yang mungkin timbul karena kesalahan pemberian piutang dapat dicegah.

Pengawasan Penagihan

Pengawasan penagihan dimaksudkan untuk mengetahui apakah penagihan piutang dilakukan dengan semestinya. Selain itu bagian penagihan mempunyai beberapa tujuan penagihan selain pengumpulan piutang, yaitu menjaga nama baik para pelanggan.

Dengan cara-cara penagihan piutang seperti diatas diharapkan agar dapat memperoleh hasil pelunasan piutang. Hasil penagihan ini akan menunjukkan berhasil tidaknya bagian penagihan melaksanakan tugasnya dalam mengelola piutang yang dapat diukur dengan menggunakan analisa rasio.

Tingkat perputaran piutang penting diperhatikan untuk membandingkan hasil kerja pengumpulan piutang dalam jangka waktu kredit yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Apabila hasil kerja pengumpulan piutang selalu lebih besar dari batas kredit yang telah ditetapkan tersebut maka cara pengumpulan piutang dinilai kurang efisien. Ini berarti bahwa banyak pelanggan yang tidak memenuhi batas waktu kredit yang telah ditetapkan.

Penyelenggaraan Pengawasan Intern yang Memadai

Pengawasan intern atas piutang dimulai sejak pemberian kredit. Pengawasan interen piutang mengharuskan adanya persetujuan pembelian, baik mengenai perencanaan, penyiapan dan pemberian faktur verifikasi dan berakhir dengan penagihan piutang.

Pemberian persetujuan pinjaman sebaiknya dilakukan oleh suatu bagian yang berdiri sendiri, bukan bagian pemasaran. Karena dalam upaya untuk menyingkat jumlah aktifitas kerja usaha mungkin akan memberikan pinjaman tanpa memperhatikan kriteria pemberiannya.

Prosedur penerimaan kredit dan penyiapan faktur pelaksanaan akan membantu karyawan mencatat piutang segera. Untuk mengecek keberadaan faktur pelaksanaan sebaiknya ditunjuk orang yang bukan bertugas mengecek keberadaan jumlah, harga dan perhitungan ada tidaknya potongan dan syarat pemberian pinjaman. Copy faktur pelaksanaan dan memo penagihan dikirimkan ke bagian pencatatan piutang, yang akan dicatat dalam buku pembantu untuk kemudian melaksanakan pencatatan jurnal ke dalam buku pembantu

 

 

 

 

Pendapatan dan Biaya Operasi

December 17, 2008

Pendapatan merupakan penghasilan yang ditimbulkan dari kegiatan yang dilaksanakan perusahaan seperti : penyerahan jasa pemberian izin kepada pihak lain untuk menggunakan semberdaya perusahaan yang ditukar dengan bunga, sewa, royalty atau bentuk balas jasa lainnya.

 

1.Pengertian Pandapatan Menurut Akuntansi

Pendapatan dapat diartikan sebagai penghasilan yang diperoleh dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Pendapatan sering diartikan berbeda-beda menuurt ahli karena pandang yang berbeda-beda. Simamora (1999:24) menyatakan : “Pendapatan (revenue) adalah kenaikan aktiva perusahaan atau penurunan kewajiban perusahaan (atau kombinasi dari keduanya) selama periode tertentu yang berasal dari pengiriman barang-barang, penyerahan jasa, atau kegiatan-kegiatan lainya yang merupakan kegiatan sentral perusahaan”.

 

Menurut PSAK No. 23.2 pengertian pendapatan sebagai berikut : Pendapatan adalah aruus masuk bruto, dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktifitas normal perusahaan selam suatu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.

 

Sedangkan FASB mendefenisikan pandapatan adalah :

            “Pendapatan adalah suatu arus masuk atau kenaikan-kenaikan lainnya dari niali harta usaha atau perhentian hutang-hutangnya (atau kombinasi dari keduanya) dalm suatu periode akibat dari penyerahan atau prouksi barang-barang, penyerahan jasa-jasa, atau pelaksanaan aktivitas-aktivitas lainnya yang membentuk operasi-operasi utama atau sentral yang berlanjutan terus dari satuan usaha tersebut”. (Smith dan Skousen, 1992:119)

 

Selanjutnya dapat diartikan bahwa kemampuan ekonomis adalah kemampuan yang didasarkan atas ukuran dengan daya yang nyata, bukan dengan daya beli uang. Pada penjelasan moenaf H. Regar (1995:19) menyatakan : “ Tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak merupakan ukuran terbaik mengenai kemampuan wajib pajak merupakan ukuran terbaik mengenai kemampuan wajib pajak tersebut untuk ikut bersama-sama memikul biaya yang diperlukan pemerintah untuk kegaiatan rutin dan pembangunan”.

 

2. Pengeritan Biaya Operasi

            Biaya merupakan unsure pentingnya dalam menjalankan segala kegiatan operasi perusahaan, karena biaya harus tersebut dahulu dikeluarkan sebelum menghasilkan suatu produk, baik berupa barang maupun jasa.

Menurut Supriyono (1992 : 16) biaya dapat didefenisikan sebagai berikut : “Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh pendapatan yang dipakai sebagai pengurangan pendapatan (income) yang meliputi harga pokok penjualan, biaya adminstrasi umum, biaya bunga dan biaya pajak perseroan”.

Pengertian  biaya menurut Sinuraya (1990 : 16) adalah : “Keseluruhan pengorbanan yang tidak dapat dihindarkan sehubungan dengan kegiatan perusahaan”.

 

B.         Pengakuan pendapatan

            Seperti yang telah diuraikan pada bab-bab yang terdahulu bahwa pendapatan dan biaya sangat penting diperhatikan kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada pendapatan yang diperoleh serta menekan biaya yang seminimal mungkin, pendapatan dan biaya dapat juga dikatakan sebagaii alat ukur keberhasilan atau kemunduran perusahaan.

           

Dalam stander ajuntansi keuangan, pengakuan pendapatan denganacuan pada tingkat penyelesaian dari suatu transaksi sering disebut presentase penyelesaian, menurut metode ini pendapatan diakui dalam periode akuntasi pada saat jasa diberikan.

           

Pengakuan pendapatan dapat dilakuakn dengan dua cara. Hal ini dikemukankan oleh smith Skousen dalam buku intermedit mengakui pendapatan dalam dua cara yaitu :

  1. Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan bat\rang/pelaksanaan jasa.
  2. Pengakuan pendapatan sesudah penyerahan barang/pelaksanan jasa

 

Ad. 1. pengakuan pendapatan sebelum penyerahan barang/pelaksanan jasa.

            Dalam keadaan tertentu, pendapatan dapat dilaporkan sebelum penyerahan barang/penyelesaian suatu kontrak jasa. Biasanya hal ini terjadi apabila jasa relative yaitu dari satu tahun.

 

Ad. 2. Pengkuan pendapatan sesudah penyerahan barang / pelaksaan jasa.

            Dalam hal ini pengakuan tidak boleh diakui sebelum proses pendapatan benar-benar selesai pada saat penyerahan barang / pelaksana jasa. Dalam hal-hal tertentu timbul keadaan yang sangat tidak pasti yang meliputi suatu transaksi pendapatan yaitu mengenai penerimaan kas memberi kesan bahwa pengakuan pendapatan harga menunggu pemenerima jasa yang sebenarnya.

           

C.        Pengukuran Pendapatan           

            Ada dua metode pengukuran dan pengakuan pendapatan dalm akuntansi yang lazim digunakan selam ini yaitu : metode accrual basis dan metode cash basis. Dalam metode basis ini pendapatan diakui pada saat terjadinya transaksi, pendapatan yng diterapkan dalam ketentuan / perjanjian lainnya yang dibuat dan langsung diakui sebagai pendapatan saat disetujui perjanjian / ketentuan tersebut. Dengan metode accrual basis ini pendapatan sebenarnya mencerminkan penerimaan kas yang sebenarnya terjadi dalam periode tersebut.

 

D.        Pengakuan Biaya

            Menurut prinsip akuntansi pengakuan biaya dapat dilakukan dengan dua metode yaitu :

a.       Dasar kas (cash basis) : Suatu pengakuan biaya yang telah dibayar perusahan yang mempunyai sedikit piutang usaha dan hutanmg usaha, termasuk professional yang ber[raktek dapat menggunakn dasr ini.

b.      Dasar akrual (accrual basis) : Biaya yang diakui dalam periode yang terjadi selama dalam proses untukmenghasilkan pendapatan.