Change Your Mindset And Paradigm, Now!

Level of Entrepreneur

Level demi level dari entrepreneur, yaitu:

1.      Level “zero” – unemployee

Orang-orang yang berada pada level ini juga merupakan “entrepreneur” yang memilih resiko yang paling minimal (zero atau risk free) serta manfaat yang juga “zero”.

2.      Level 1 – employee (little risk)

Seorang sama juga dengan seorang entrepreneur. Hanya di sisi ini, risiko yang besar ditanggung pemilik perusahaan, begitu juga seluruh kontribusi yang dihasilkannya.

3.      Level 2 – self business (self employee)

Pada level ini, ciri-ciri entrepreneur sejati sudahmulai muncul, yaitu ia mempunyai visi yang tidak ingin diatur, ia tidak mudah puas diri dan seorang “high achiever”.

4.      Level 3 – bisinessman (business owner)

Bisnisman pada level ini sedikit mempunyai jiwa “challanging” yang kuat, sehingga dia ingin benar-benar menjadi bos dari sebuah tim atau sistem. Ia lebih komplet dan mendekati “perfect Organization leader” dari suatu unit usaha.

5.      Level 4 – investor (trully businessman)

Pada level ini, ada faktor kalkulasi yang spekulatif, tetapi penuh dengan perhitungan (profesional) atau menjurus ke gambling (gambler), namun tidak ada organisasi yang dipertahankan atau dikelola secara langsung. Istilahnya membisniskan sebuah bisnis.

 

Entrepreneur – Jalan Menuju Sukses

Setiap orang memiliki jiwa entrepreneur. Oleh sebab itu, jalan satu-satunya untuk menjadi sukses adalah juga menjadi entrepreneur (Businessman atau self business). Jika setiap orang memiliki jiwa entrepreneur, lalu apa yang membedakan masing-masing orang tersebut? Yang membedakan adalah bagaimana kita meihat dan menanggapi risiko yang ada (mengatasi).

Be a Smart Entrepreneur

Entrepreneur yang “Smart” adalah entrepreneur yang bukan hanya bermodalkan keberanian saja (asal “nyebur” atau masuk). Seorang SMART ENTREPRENEUR itu harus “smart”, yang memiliki arti sebagai berikut:

Strategic thinker and strong emotional attachment.

Motivator yang handal bagi diri sendiri atau tim dan self leader.

Ambisius karena “high achiever” (tidak mengenal kata biasa saja dan puas begitu saja).

Risk manager, not just a risk taker.

Totalitas dalam bekerja dan target oriented yang penuh komitmen dan konsisten (80% hidup Anda ada di pekerjaan, jadi cintailah pekerjaan atau bisnis Anda agar tidak stres dan frustasi).

 

Berani Dahulu atau Skill Dahulu yang Benar?

Bila kita mau berwiriusaha, kita perlu keberanian untuk memulai dan mengambil keputusan “ya”, tetapi secara perlahan-lahan kita juga perlu mempelajari konsep, strategi, taktik, dan pengetahuan tentang bisnis yang benar dan baik sampai kita menjadi ahli di bidang tersebut dan memahami seluk beluk bisnis dan pasarnya, sehingga kita mendapatkan suatu cara untuk menjalankan bisnis tersebut dan bertahan dalam persingan yang ketat.

Jadi, dibutuhkan keberanian terlebih dahulu, baru skill yang diasah dan dilatih terus-menerus, sampai kita mantap untuk terjun ke bisnis tersebut secara total, tetapi keduanya tidak bisa dipisahkan.

 

MODAL

Modal berupa uang itu adalah 10% dari semua modal yang dibutuhkan oleh seorang Smart Entrepreneur untuk menjalankan roda bisnisnya. Modal uang itu hanya menetukan size usaha atau bisnis, selebihnya bukan itu! Modal Anda di dalam memulai sebuah usaha ialah:

1.      Pengalaman Anda

Digunakan sebagai titik sentral Anda di dalam menetukan jenis usaha yang akan Anda geluti, menciptakan peluang atau menyurvei pasar dan sebagai dasar utama untuk sukses. Tidak ada modal yang paling penting selain pengalaman Anda.

2.      Knowledge (pengetahuan Anda)

Pengetahuan Andalah yang lebih penting setalah pengalaman Anda.

3.      Skill (keahlian Anda)=kebiasaan+pengetahuan

Bisnis yang dilandasi oleh skill akan mendapatkan kecepatan tumbuh lebih besar dibandingkan bisnis yang tidak dilandasi oleh skill.

4.      Keberanian (kemampuan Anda untuk mengatasi rasa takut)

5.      Konsep bisnis Anda

Akan lebih berhasil bila Anda berlayar dan mempunyai konsep yang jelas. Konsep bisnis Anda adalah modal penting dalam menjalankan roda bisnis Anda. Konsep bisnis itu seperti kompas bagi sebuah kapal yang ingin berlayar.

6.      Networking Anda (jaringan relasi)

7.      Spiritual support (gairah dan semangat)

8.      Kreativitas dan inovasi

Semua hal di atas juga seolah-olah tidak ada manfaatnya bila Anda tidak mencoba melatih dan mempunyai kreativitas (otak kanan Anda) untuk menciptakan peluang, inovasi, dan improvisasi untuk tumbuh berkembangnya bisnis Anda. Kecepatan dan mati hidupnyabsnis Anda tergantung dari faktor ini. Modal kreativitas yang dimiliki sedini mungkin sangatlah penting.

9.      Equity (uang/aset)

Modal uang tidak kalah penting, tetapi tidak mutlak bahwa tanpa uangkita tidak bisa berbisnis atau berwiraswasta.

10.  Keberuntungan (lucky)

Modal ini berasal dari Yang di atas, tetapi kita bisa mempersiapkan, menunggu, dan mengamati kapan keberuntungan akan datang untuk kita (biasanya lewat sebuah momentum), sehingga kita kan siap menerima keberuntungan tersebut.

 

Apakah Berbisnis Bisa Tanpa Modal Besar

Bila Anda hanya memiliki modal yang terbatas, berikut ini beberapa yang dapat Anda pakai untuk berbisnis:

a.      Jual “skill and knowledge” Anda

b.      Jual network dan community Anda

c.       Jual hobi dan kesukaan Anda

d.     Jual pengalama Anda (experinces)

e.      Jual “nama” Anda

f.        Jual “Informasi” Anda

 

Ciri-ciri khusus seorang netrepreneur yang sukses

Ada beberapa ciri yang biasa ada di dalam diri entrepreneur yang telah sukses, yaitu:

§         mempunyai mimpi-mimpi yang realistis dan tinggi, yang mampu diubah menjadi cita-cita yang harus ia capai

§         menyukai tantangan dan tidak pernah puas dengan apa yang didapat (high achiever)

§         mempunyai ambisi dan motivasi yang kuat

§         memiliki keyakinan yang kuat akan kemampuannya bahwa “dia bisa” (power of mind)

§         seorang yang visioner dan mempunyai daya kreatif yang tinggi

§         risk manager, not just risk taker

§         memiliki strong emotional attachment (kekuatan emosional)

§         seorang problem solver

§         mampu menjual dan memasarkan produknya

§         ia mudah bosan dan sulit diatur

§         seorang kreator ulung

 

sedangkan langkah-langkah untuk membangun sebuh bisnis, yaitu:

§         memutuskan dan memotivasi diri Anda

§         mempersiapkan visi dan strategi Anda

§         menemukan karakter bisnis Anda

§         menciptakan dan menemukan peluang (BISNIS dan PASAR) dari riset dan trial

§         meningkatkan nilai peluang Anda

§         memasuki pasar dan strategi bersaing

§         menjalankan bisnis Anda dan membentuk “business team skill”

§         bersaing dengan membangun “star-class company”

§         bertahan dan menunggu kesempatan untuk maju, dengan mempromosikan bisnis Anda secara efektif

§         menumbuhkembangkan bisnis Anda dengan menunggu momentum bisnis Anda

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: