KONTRAK PSIKOLOGIS


Kontrak psikologis di satu sisi terdiri dari pemahaman tindak tanduk yang diharapkan oleh para pemberi pekerjaan dari para karyawannya: sedangkan  di sisi lainnya adalah pemahaman tentang tindak tanduk yang diharapkan oleh para karyawan dan pemberi kerja. Namun, harapan ini sifatnya tidak tertulis. Semua didasarkan atas asumsi yang dibuat oleh satu pihak dan bukan pihak lain. Kontrak psikologis tidak diungkapkan secara langsung, sehingga tidak ada pernyataan dan kesepakatan terbuka. Kontrak psikologis penting karena akan menciptakan sikap dan emosi yang pada gilirannya akan membentuk perilaku. Permasalahan dalam hubungan ketenagakerjaan akan muncul apabila terjadi kesalahpahaman.

B. HARAPAN

Karyawan akan mengharapkan para pemberi kerja sebagai berikut:

  • Diperlakukan sebagai insan manusia yang baik;
  • Memungkinkan penggunaan kemampuannya;
  • Penghargaan setara dengan kontribusinya;
  • Menunjukkan kompetensinya;
  • Kesempatan untuk bertumbuh;
  • Keamanan untuk berkerja;
  • Mengetahui apa yang diharapkan karyawan;
  • Umpan balik yang positif mengenai bagaimana karyawan berkerja;

Pemberi kerja akan mengharapkan berikut ini dari karyawan:

  • Mengabdi sepenuh hati kepada perusahaan berserta nilai-nilai;
  • Berkerja keras;
  • Setia- ibarat “memberikan diri sepenuhnya kepada perusahaan”;
  • Patuh;
  • Kompeten;
  • Meningkatkan citra organisasi di mata para pelanggan, rekanan dan para pemasok.

C. KONTRAK PSIKOLOGIS

Manajer lini dapat memberi kontribusi penting untuk menjernihkan kontrak psikologis dengan melakukan langkah berikut:

v     Saat wawancara perekrutan, katakanlah dengan terus terang mengenai tanggung jawab kerja, dan jangan memberi gambaran yang indah- indah semata namun jaga jangan memberikan tuntutan terlalu berat pada karyawan, inilah yang disebut sebagai ” gambaran pekerjaan yang realitis”.

v     Program induksi, yaitu mengatakan kepada para karyawan pemula tentang nilai- nilai organisasi dan tindakan yang diharapkan dari karyawan untuk menegakkan nilai- nilai tersebut;

v     Manajemen kinerja, yaitu mendapatkan kesepakatan mengenai tujuan dan standar kinerja yang diharapkan dari seorang karyawan- tujuannya adalah agar karyawan merasa “ memiliki” tujuan dan standar tersebut, yaitu berupaya mencapai tujuan dan standar tersebut sepenuh hati;

v     Kontak kedua belah pihak, yakni mengoptimalkan penggunaan kontak semi- formal dan informal dengan para anggota kelompok untuk mmendiskusikan dan menjelaskan harapan kedua belah pihak;

v     Pendekatan transparasi, memastikan bahwa karyawan mengetahui segala peristiwa yang akan terjadi yang mempengaruhi mereka, mengapa dan bagaimana pengaruhnya;

v     Mengelola sistem penggajian yang adil dan konsiten dalam semua aspek imbalan finansial;

v     Umpan balik pada karyawan tentang bagaimana bekerja;

v     Menciptakan rencana pengembangan pribadi dan membantu meningkatkan keterampilan, mengembangkan potensi dan kemampuan kerja.

posting : Syafrizal Helmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: