MANAJER LINI DAN KARYAWAN

Manajemen seringkali didefenisikan sebagai “menyelesaikan segala sesuatu melalui orang lain”. Merupakan ungkapan klise, namun sampai saat ini tetap benar. Menurut defenisi, para manajer tidak dapat melakukan segala hal sendirian tanpa bantuan orang lain. Beberapa manajer telah mencobanya, tetapi gagal. Mereka amat tergantung pada orang lain/karyawannya.

Seorang penulis ternama dalam bidang manajemen, Henry Mintzberg, menyarankan bahwa manajer harus memiliki:

  • Peran antarpribadi – berperan sebagai pemimpin, memberikan panduan dan motivasi serta menjaga jaringan hubungan dengan banyak individu dan kelompok.
  • Peran informasional – secara berkesinambungan mencari dan menerima informasi sebagai dasar tindakan, meneruskan informasi factual, dan menyebarkan pedoman kepada bawahannya dalam membuat keputusan.
  • Peran alokasi sumberdaya – membuat berbagai pilihan mengenai penjadwalan, mengalokasikan berbagai tugas kepada karyawan dan memberikan wewenang untuk bertindak.
  • Peran”penanganan terhadap gangguan” – menangani situasi yang tidak terduga serta perubahan yang brada di luar kendali.

B. MANAJER DENGAN KARYAWAN

Dalam berhubungan dengan karyawan, manajer:

  • Mengatur dan mengalokasikan pekerjaan.
  • Mendapatkan karyawan yang tepat.
  • Memastikan karyawan mengerti apa yang dilakukan, mampu mengerjakannya dan memberikan hasil seperti yang diharapkan.
  • Mengembangkan keterampilan dan kemampuan.
  • Memberikan penghargaan pada karyawan finansial maupun non-finansia.
  • Melibatkan karyawan dan berkomunikasi.
  • Manangani berbagai isu dan masalah karyawan.

C. FUNGSI PERSONALIA

1. Peran Dasar: memberikan panduan dan dukungan dalam segala hal yang berhubungan dengan karyawan perusahaan. Tujuannya untuk membantu manajemen agar dapat berhubungan secara efektif dengan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan, pengembangan, pemberian imbalan dan kesejahteraan karyawandan hubungan yang ada diantara manajemen dengan karyawan.

2. Lingkungan Kerja: menciptakan sebuah lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki dan menggali potensi terbaiknya agar bisa memberikan keuntungan bagi organisasi dan bagi diri mereka sendiri

3.Menegakkan keadilan:berperan langsung menegakkan nilai-nilai inti perusahaan. Nilaiadalah sesuatu yang dianggap penting, diungkapkan dalam bentuk keyakinan mengenai apa yang terbaik bagi organisasi dan perilaku yang dikehendaki.Nilai-nilai akan menentukan cara bisnis berhubungan dengan para stake holder(pihak-pihak yang berkepentingan).

4.Bidang Tanggung Jawab:Bidang kepersonalianumumnya menaruh perhatian terhadap setiap asper manajemen karyawan kecuali perencanaan, penagarahan dan pengawasanterhadan aktivitas mereka. Aspek manajemen karyawan meliputi:

  • Pembuatan dan pengembangan struktur organisasi.
  • Perencanaan SDM- meramalkan kebutuhan SDM di masa mendatang.
  • Perekrutan dan penyelesaian.
  • Proses manajemen kinerja.
  • Pemberian imbalan kepada karyawan.
  • Hubungan karyawan.
  • Kesehatan dan keselamatan.
  • Mengurusi masalah karyawan.
  • Praktik ketenagakerjaan yang sesuai hukum.

5. Peran Kepegawaian

Insan personalia memainkan peranaan sebagai berikut:

  • Mitra bisnis – bersama- sama manajemen lini berbagi tanggung jawab menciptakan keberhasilan perusahaan.
  • Ahli strategi – memformulasikan strategi kepersonaliaan mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
  • Pembuat kebijakan – membuat kebijakan perusahaan yang bisa menjadi panduan bagi para manajemen dalam mengelolah karyawan.
  • Konsultan internal – memberi saran kepada para manajer lini mengenai praktik kepersonaliaan dan implementasinya.
  • Penyedia jasa – menyediakan jasa yamg efisien dan efektif biaya dalam berbagai bidang dan menghadapi berbagai isu hubungan karyawan kasus per kasus.
  • Pemnberi bantuan dan saran – membantu manajer lini melakukan tanggung jawab kepersonaliaan dan menyediakan keterampilan yang dibutuhkan apabila dipandang perlu.
  • Pemantau – memastikan bahwa kebijakan dan prosedur kepersonaliaan perusahaan dilaksanakan secara konsisten dan tidak kaku.

D. PENDELEGASIAN

Mendelegasikan tanggung jawab kepersonaliaan kepada manajer lini sebagian timbul karena adanya pengurangan jumlah karyawan dan pengurangan tingkat fungsi departemen personalia, penyebaran ,dan pendelegasian keputusan bisnis kepada unit-unit bisnis strategis dan pengurangan jumlah staf kantor pusat hingga tinggal satu atau dua orang.

E. PENGARUH MSDM

Manajemen SDM menekankan hal-hal berikut:

  • Penggunaan pendekatan strategik yaitu pendekatan dimana strategi SDM diintegrasikan dengan strategi bisnis dan dilaksanakan oleh mereka yang bertanggung jawab untuk memenuhi sasaran bisnis, seperti para manajer lini.
  • Memperlakukan karyawan sebagai asset yang diinvestasikan kedalam bidang-bidang lain dalam organisasi dan dipergunakan secara efektif oleh para manajer lini.
  • Memperoleh nilai tambah dari karyawan melalui manajemen kinerja dan proses-proses pengembangan SDM.
  • Mencapai komitmen karyawan terhadap tujuan dan nilai organisasi.

F. PENDELEGASIAN

Hal- hal yang didelegasikan:

  • Organisasi.
  • Perekrutan dan penyeleksian.
  • Manajemen kinerja.
  • Pengembangan karyawan.
  • Penggajian.
  • Hubungan karyawan.
  • Kesehatan dan keselamatan.
  • Ketenagakerjaan.

G. MASALAH PENDELEGASIAN

Masalah-masalah pendelegasian yang mungkin timbul selama pendelegasian yaitu:

  • Terdapat keprihatinan yang mendalam bahwa para manajer lini tidak cukup kompeten untuk melakukan peran baru.
  • Beberapa spesialis personalia juga menghadapi kesulitan dalam menggunakan peran-peran mereka.
  • Ketidakpastian sebagian manajer lini mengenai peran fungsi personalia, ketiadaan komitmen oleh para manajer lini untuk melakukan peran-peran baru, dan usaha mencapai keseimbangan yang baik antara memberikan kebabasan penuh kepada manajer lini dan kebutuhan mempertahankan pengawasan dan pengarahan secara penuh.

Kesimpulan yang dihasilkan oleh para peneliti adalah sebagai berikut:

  • Apabila para manajer lini tidak hendak mengambil tanggung jawab penuh dalam kegiatan-kegiatan manajemen personalia, maka hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menentukan dan memahami dengan benar dan jelas peran dan tanggung jawab kepersonaliaannya dan sebagai manajer lini.
  • Diperlukan dukungan dari departemen personalia dalam memberikan kerangka kerja prosedural, saran, dan pedoman, petunjuk kepada semua hal ketenagakerjaan, dan juga memberikan pelatihan bagi para manajer lini sehingga mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang tepat untuk melakukan tugas-tugas baru tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: