Kaya?, Why Not?

Anggapan selama ini yang mengatakan bahwa kekayaan semata-mata didapatkan karena faktor keturunan belum tentu benar. Begitu banyak contoh sosok pengusaha sukses yang ternyata berangkat dari keluarga yang sederhana bahkan kurang mampu. Hal ini disebabkan adanya keinginan untuk terus berusaha, bangkit dari kegagalan, dan melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang diambil. Itulah yang akan membuka jalan menuju kekayaan itu sendiri.

Ada sebagian orang menganggap kaya itu takdir. Sehingga orang-orang kebanyakan tidak pernah memikirkan bahwa kekayaan itu didapat dengan perjuangan. Ada juga orang yang takut dengan kaya apabila berhubungan dengan religius, dengan menganggap menjadi kaya rentan dengan melakukan dosa. Kekayaan di khawatirkan menjadi tujuan hidup yang mendorong orang untuk mengejar uang belaka, dengan menghalalkan berbagai cara. Padahal sebenarnya kitalah yang salah persepsi terhadap hal-hal yang berbau uang. Dengan kayalah kita baru dapat mamberkati mereka yang kekurangan dan saling menopang satu dengan yang lainnya. Jerman merupakan salah satunya Negara yang menyisihkan 10% dari anggaran pendapatan dan belanjanya yang bukan termasuk pajak untuk membiayai pendidikan serta menopang para pengangguran yang ada di bawah dinas sosial di negeri itu.

Bagaimana mungkin menolong orang lain kalau orang itu sendiri tidak memiliki apapun untuk diberikan? Jadi, tidak salahnya kalau kita bermimpi untuk menjadi kaya agar kita dapat ikut membantu yang membutuhkan. Pertanyaan selanjutnya adalah kekayaan yang seperti apa dan bagaimana caranya. Apakah seperti kasus korupsi yang beberapa tahun terakhir ini melanda Negara Indonesia ini? Jalan pintas ini sangat banyak diminati.

Kekayaan bagai pedang bermata dua. Pedang bias dipakai untuk tujuan yang mulia, tapi dapat juga menjadi bencana bagi pemakainya bila tidak digunakan untuk tujuan yang benar. Yang paling penting adalah tujuan kita setelah memiliki kekayaan tersebut. Apakah kita akan menggunakannya untuk kepantingan pribadi semata, atau kita akan menggunakannya untuk tujuan mulia? Apabila kekayaan tersebut kita mengimbanginya dengan tujuan mulia, maka kekayaan tersebut akan menjadi sumber berkat bagi kita. Jangan takut untuk menjadi kaya! Bermimpilah untuk menjadi kaya! Kesuksesan selalu berawal dariĀ  impian yang besar. Jangan pernah mengatakan bahwa kekayaan itu adalah takdir. Tidak ada yang mustahil di dunia ini apabila kita mau berusaha dan tidak lupa untuk memberkati kekayaan kita nantinya dengan tujuan-tujuan yang baik,benar dan mulia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: